Sejarah Asal Mula Perayaan Hari Ayah Nasional di Indonesia

Google doodle hari ini turut merayakan Hari Ayah Nasional di Indonesia. Halaman pencarian mereka dihiasi dengan gambar ilustrasi telapak tangan warna-warni dengan kepala dinosaurus sebagai bentuk perayaan Hari Ayah Nasional di Indonesia.

balad
Happy Father's Day
Gambar : polishclubsikorski.com

Koneksi ID – Selamat Hari Ayah Nasional 2018 untuk semua Ayah di dunia. Yups, sobat Koneksi pada Senin ini, tepat tanggal 12 November 2018 adalah perayaan Hari Ayah Nasional ke-12 di Indonesia. Disadur dari Wikipedia Indonesia bahwa Hari Ayah adalah hari untuk menghormati ayah, yang mana ayah adalah orang tua laki-laki seorang anak. Tergantung hubungannya dengan sang anak, seorang “ayah” dapat merupakan ayah kandung (ayah secara biologis) atau ayah angkat. Panggilan “ayah” umumnya diberikan kepada orang tua laki-laki yang secara de facto bertanggung jawab memelihara seorang anak. 

Hari Ayah itu sendiri dapat dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan. Namun tentunya tidak harus demikian, jika kita tinggal jauh dari ayah kita atau ayah kita sudah tiada maka do’a kita untuk ayah adalah sebaik-baik pilihan yang dapat kita lakukan.

Sobat Koneksi, kira-kira mengapa ada Hari Ayah ya … ? Apa tidak cukup ada hari ibu saja ? Mungkin sobat Koneksi lebih dahulu mengenal Hari Ibu Nasional yang dirayakan minimal setahun sekali setiap tanggal 22 Desember. Menurut kami, tentunya karena ada koneksi antara ibu dan ayah. Jika ibu adalah orang yang melahirkan, merawat dan membesarkan serta mendidik kita, maka tentunya ayah tidak lepas dari peran besar tersebut, ayah adalah tulang punggung, sandaran, dan pelindung dalam sebuah rumah tangga. Dan tentunya jika tidak ada “koneksi” antara ayah dan ibu kita maka mustahil kita dilahirkan di dunia ini (hmm Logis !).  Nah, kembali kepada topik mengenai Hari Ayah Nasional, tentunya peringatan tersebut tidak lepas juga dari Hari Ibu Nasional.

Asal-usul Hari Ayah Nasional Bermula dari Peringatan Hari Ibu

Father Day, Third Sunday in June
Gambar : nationaldaycalender.com

Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Kanada, Jerman, Italia, Jepang,  Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, dan Taiwan. Hari Ayah atau Father’s Day  dirayakan pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni. 

Daftar Negara yang merayakan Hari Ayah pada minggu pekan ketiga bulan Juni
Sumber : Wikipedia

Hari Ayah kini dirayakan hampir di seluruh dunia yang dimulai pada awal abad ke-12.
Di beberapa negara Eropa dan Amerika Latin, para ayah diberi penghargaan setiap 19 Maret (St Joseph’s Day). Di Iran dan Pakistan, Hari Ayah diperingati setiap tanggal 13 Rajab sesuai kalender Islam. Sementara di Indonesia, Hari Ayah lahir atas prakarsa paguyuban satu hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Kisahnya bermula dari keberadaan Hari Ibu Nasional.

Begini awal mula Hari Ayah di Indonesia 

Pada tahun 2014, PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo, Jawa Tengah, dengan cara mengadakan sayembara menulis surat untuk Ibu. Pada acara tersebut, sekitar 70 surat terbaik dibukukan dan dibacakan oleh peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD, SMP, SMA, mahasiswa, serta umum. Seusai acara, para peserta mengajukan pertanyaan yang membuat panitia penyelenggara terkejut: “Kapan diadakan sayembara menulis surat untuk Ayah? Kapan peringatan Hari Ayah? Kami pasti akan ikut lagi. ” tanya para peserta sebagaimana dikutip dari situs kemdikbud.go.id.

Pertanyaan tersebut menggugah hati untuk mencari tahu kapan Hari Ayah diperingati di Indonesia mengingat ayah juga dinilai sebagai sosok penting di keluarga.  PPIP kemudian berusaha mencari informasi tentang hari ayah. Mereka melakukan audiensi ke DPRD kota Surakarta untuk menanyakan kapan Hari Ayah di Indonesia. Mereka juga mencari tahu, bolehkah seseorang atau lembaga menetapkan sebuah hari yang dijadikan sebagai Hari Ayah jika hari tersebut memang belum ada. Namun, mereka belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Hingga akhirnya setelah melalui kajian yang cukup panjang, PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia di Surakarta  dan menetapkan tanggal 12 November sebagai Peringatan Hari Ayah Nasional di Indonesia.

Deklarasi yang ditetapkan di Solo tersebut terjadi pada tahun 2006 pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Deklarasi digabung dengan hari kesehatan mengambil semboyan “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”. Pada hari dan jam yang sama, deklarasi Hari Ayah Nasional juga dilakukan di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dalam deklarasi itu juga diluncurkan buku Kenangan untuk Ayah.  Buku tersebut berisi 100 surat anak Nusantara yang diseleksi dari Sayembara Menulis Surat untuk Ayah. Seusai deklarasi, mereka mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden SBY serta bupati di empat penjuru Indonesia, yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote. Nah, sejak saat itulah tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional.

Baca juga : Fakta Menarik antara Hari Ayah dan Ibu di Indonesia (soon)

Nah, sobat Koneksi sekalian sudahkah kita mengucapkan selamat  dan mendo’akan yang terbaik untuk ayah kita tercinta?

Jangan lupa untuk berkomentar di bawah ya…